Jakarta (22/4) – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII, Siti Nurannisaa, menekankan pentingnya kesadaran digital agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana kemajuan, bukan justru menjadi penghambat potensi diri.
Siti Nurannisaa, yang akrab disapa Nisa, menyampaikan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia mengingatkan perempuan agar tidak terjebak dalam arus algoritma media sosial yang dapat membatasi wawasan dan membentuk standar sosial yang sempit.
“Jika tidak disikapi dengan sadar, algoritma dan arus informasi justru bisa mengurung kita dalam pengetahuan yang tidak sesuai dengan jati diri serta memberi tekanan sosial yang tidak sehat,” ujarnya.
Menurut Nisa, kemudahan akses informasi melalui ponsel pintar harus dimanfaatkan secara bijak. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan hanya dapat terwujud jika teknologi digunakan untuk belajar, berpikir, berkarya, dan memperluas perspektif, bukan sekadar membandingkan diri dengan orang lain.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang digital. Nisa menyebutkan lima etika dasar yang perlu diterapkan, yaitu memahami perbedaan antarindividu, saling menghargai dan mendukung sesama perempuan, menyaring informasi sebelum membagikannya, berani berbeda tanpa menyerang, serta membangun ruang aman melalui sikap yang baik.
Selain itu, literasi digital dinilai menjadi kunci penting untuk melindungi diri dari Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Perempuan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami teknologi, serta menyadari batas privasi dinilai lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman di dunia digital.
Nisa juga menyoroti peran strategis perempuan sebagai penjaga ekosistem informasi dalam keluarga. Menurutnya, sikap kritis perempuan terhadap hoaks dapat menciptakan lingkungan informasi yang sehat di sekitarnya.
Pesan Ketua DPD LDII Kabupaten Lumajang
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Lumajang, Bambang Sarwo Edi menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan oleh perempuan masa kini, khususnya dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Perempuan, khususnya para ibu, merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan sangat menentukan kualitas generasi ke depan. Oleh karena itu, perempuan harus terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam ilmu pengetahuan maupun akhlak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di era digital, perempuan diharapkan mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang bijak, serta berperan aktif dalam menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial.
Tak hanya itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam berinteraksi di dunia maya. Keberanian untuk bersuara perlu diimbangi dengan kesadaran akan batasan diri demi menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi.
Menutup pesannya, Nisa menegaskan bahwa sosok Kartini masa kini tidak hanya berani bersuara, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, berilmu, berakhlak baik, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Perempuan memiliki peran besar dalam membentuk peradaban, baik di rumah, di komunitas, maupun di ruang digital,” pungkasnya.
: dian