DPW LDII Jatim Gelar Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal Berprinsip ASUH
SURABAYA – Jelang Idul Adha, DPW LDII Jawa Timur menggelar Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal. Mengusung prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (23/5) di Gedung Serba Guna (GSG) Sabilurrosyiddin, Surabaya.
Kegiatan strategis ini terselenggara atas kerja sama LDII dengan Dinas Peternakan dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata kelola kurban yang sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah kehadiran. Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan secara langsung, sementara sekitar 1.000 peserta lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch. Amrodji Konawi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan wawasan para juru sembelih dan panitia kurban mengenai tata cara penyembelihan halal yang benar.
“Sebagaimana perintah Allah kepada manusia agar memakan apa yang ada di bumi yang halal dan baik. Halal berarti sesuai syariat, sedangkan baik berarti sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat,” ujar Amrodji dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, konsep halalan thayyiban harus dipahami secara menyeluruh agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tidak hanya memenuhi ketentuan fikih, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, dan regulasi yang berlaku.
“Prinsip ASUH menekankan pentingnya memastikan hewan kurban memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Dengan begitu, daging yang dihasilkan tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga layak, higienis, dan baik dikonsumsi masyarakat luas,” jelasnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, DPW LDII Jawa Timur menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai instansi dan organisasi, di antaranya Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, BPJPH, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Jawa Timur, serta Forum Komunikasi Kesehatan Islam Indonesia (FKKI).
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif terkait pelaksanaan kurban, mulai dari tata cara memilih hewan kurban yang sehat dan bebas penyakit, prosedur pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan, hingga teknik perebahan hewan yang memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai teknik penajaman pisau yang benar agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan, serta pentingnya jaminan produk halal dalam seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Amrodji berharap, melalui sosialisasi tersebut, keterampilan panitia kurban di tingkat PC dan PAC LDII se-Jawa Timur semakin meningkat sehingga pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lebih baik.
“Kami menghadirkan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, BPJPH, FKKI, dan JULEHA Jawa Timur agar peserta mendapatkan tambahan wawasan mengenai pelaksanaan kurban yang komprehensif. Semoga pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lebih baik, aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya. (kim-hlp/rda)