LDII Gelar Dialog Ulama dan Umara, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan
JEMBER — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember menggelar Dialog Peran Ulama dan Umara dalam Early Warning System (Sistem Deteksi Dini) Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula DPD LDII Kabupaten Jember ini menjadi momentum penting dalam memperkuat harmoni sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Patrang.
Dialog tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan kolektif antara tokoh agama (ulama) dan pemerintah (umara) dalam mengidentifikasi serta meredam potensi konflik sejak dini. Kehadiran tokoh lintas agama dalam forum ini juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Jember yang majemuk.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya KH Sutanto mewakili DPD LDII Kabupaten Jember, Camat Patrang H. Ajib, S.I.P., perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jember H. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Patrang Kusno, S.Ag., M.Pd.I., Ketua PC LDII Kecamatan Patrang Mujiyanto, serta tokoh lintas agama se-Kecamatan Patrang.
Mewakili LDII Jember, KH Sutanto menegaskan bahwa peran lembaga dakwah tidak hanya sebatas syiar keagamaan, tetapi juga sebagai benteng sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci dalam mencegah konflik sosial berbasis keagamaan.
“Ulama memiliki kedekatan emosional dengan umat, sementara umara memiliki otoritas kebijakan. Jika keduanya bersinergi dalam sistem deteksi dini, potensi konflik dapat dimitigasi sebelum membesar,” ujarnya.
Camat Patrang, H. Ajib, mengapresiasi inisiatif DPD LDII Jember dalam menghadirkan forum dialog lintas sektor tersebut. Ia menilai, koordinasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Forum seperti ini sangat penting karena menghadirkan komunikasi yang inklusif antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas wilayah,” katanya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, KH Sutanto juga menekankan pentingnya mempererat silaturahmi dan ukhuwah. Ia berharap umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan keamanan maupun gesekan sosial. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan lima program sukses Ramadan yang akan dijalankan warga LDII, yakni sukses puasa Ramadan, sukses shalat tarawih, sukses khatam Al-Qur’an, sukses iktikaf, dan sukses zakat fitrah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas spiritual sekaligus menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar. (kim-hlp/rda)