BeritaJawa Timur

Ketua LDII Tekankan Peran Jurnalis dalam Menyajikan Informasi Akurat dan Berimbang

SURABAYA — Ketua Dewan Pimpinan Wilaya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur, K.H Amrodji Konawi, menegaskan pentingnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Jurnalistik yang digelar DPW LDII Jatim melalui Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Sabtu (7/2).

“Jurnalis harus mampu menyampaikan apa yang dilihat, dianalisis, dan ditulis secara apa adanya, sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan berimbang,” tegas Amrodji.

Ia berpesan agar para peserta pelatihan menjadi jurnalis yang menjunjung tinggi fakta dan objektivitas. Menurutnya, penyampaian informasi harus dilakukan secara jujur dan proporsional, di tengah maraknya praktik pemberitaan yang sering kali keluar dari substansi kebenaran.

“Jurnalis LDII harus tetap menyampaikan informasi secara jujur dan proporsional,” ujarnya.

Amrodji juga menyoroti bahaya hoaks yang dinilai memiliki daya rusak besar karena dapat memicu fitnah dan memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak para jurnalis tidak hanya menghindari hoaks, tetapi juga berperan aktif dalam mencegah penyebarannya.

“Ghibah saja tidak diperbolehkan, apalagi hoaks. Membicarakan keburukan orang lain, meskipun benar, tetap tidak dibenarkan untuk disebarluaskan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amrodji mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, DPW LDII Jawa Timur menargetkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi sedikitnya 400 kader, termasuk di bidang jurnalistik dan media.

“Ini merupakan bagian dari penguatan literasi media. Tugas jurnalis mencakup melihat, mengamati, menganalisis, menulis, hingga menyampaikan informasi secara bertanggung jawab kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai profesi jurnalis sebagai tugas mulia karena turut menjadi bagian dari syiar, dengan harapan mampu menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustina, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai langkah positif di tengah derasnya arus informasi di era digital.

“Penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen, yang berarti sebagian besar masyarakat sudah terhubung dengan internet,” ungkap Sherlita.

Menurutnya, tingginya akses internet membawa dampak ganda. Di satu sisi mempercepat arus informasi, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko penyebaran hoaks dan disinformasi. “Karena itu, kehadiran jurnalis LDII atau yang dikenal sebagai KIM sangat tepat sebagai bagian dari penguatan literasi digital,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *