Ketua LDII Lumajang Apresiasi Workshop Kampung Siaga Bencana
LUMAJANG – Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lumajang, Bambang Sarwo Edi, mengapresiasi penyelenggaraan Workshop Pelaksanaan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang di Balai Desa Karangbendo, Selasa (27/10/2026).
Bambang yang juga dipercaya sebagai Pembina KSB TRENGGINAS Karangbendo menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan relawan menghadapi berbagai potensi bencana.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan workshop pelaksanaan Kampung Siaga Bencana yang diselenggarakan Dinsos P3A Kabupaten Lumajang di Desa Karangbendo. Ini merupakan salah satu langkah mitigasi yang efektif dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana," ujar Bambang.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah maupun petugas kebencanaan. Keterlibatan masyarakat, terutama relawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai, menjadi bagian penting dalam mempercepat respons ketika terjadi kondisi darurat.
Ia juga menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif masyarakat untuk memastikan Kampung Siaga Bencana mampu menjalankan fungsinya secara optimal.
"Prinsipnya, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Relawan harus memahami tugasnya, masyarakat harus mengetahui langkah penyelamatan, dan seluruh unsur harus memiliki koordinasi yang baik. Dengan demikian, ketika bencana datang, kita tidak panik dan dapat bergerak cepat, tepat, serta terorganisasi," pungkasnya.
Workshop Kampung Siaga Bencana Tingkatkan Kemampuan Relawan
Workshop yang berlangsung di Balai Desa Karangbendo tersebut diikuti para relawan KSB dan dihadiri Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lumajang beserta jajarannya, Camat Tekung Dian Nurwisudah KHP beserta jajarannya, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lumajang, serta perwakilan Dinas Kesehatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar penanganan bencana, sehingga relawan desa mampu memberikan respons awal secara cepat dan terkoordinasi.
Kepala Desa Karangbendo, Muniri, menyampaikan terima kasih kepada Dinsos P3A Kabupaten Lumajang atas kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi penyelenggaraan workshop.
"Terima kasih atas kepercayaan dan dipilihnya Desa Karangbendo sebagai tempat pelaksanaan workshop ini. Melalui pembekalan dan pelatihan tersebut, kami berharap warga Karangbendo yang menjadi relawan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya serta memiliki keterampilan dalam melakukan penanganan bencana," ungkap Muniri.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, AP., menegaskan pentingnya membangun ketangguhan masyarakat mulai dari tingkat desa.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan dan didukung relawan terlatih akan lebih mampu menghadapi kondisi darurat, mengurangi risiko, serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, Dinsos P3A juga menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Hanif Iksanudin, S.ST.
Hanif memberikan pembekalan teknis mengenai prosedur evakuasi korban, pengelolaan dapur umum, manajemen tempat pengungsian atau shelter, serta pengelolaan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Ia mengingatkan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana harus diikuti kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.
"KSB bukan sekadar program seremonial, melainkan kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki kesiapan ketika datang bencana," tegas Hanif.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu Koordinator Tagana Kabupaten Lumajang, Eko Santoso.
Para relawan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendalami berbagai persoalan teknis, mulai dari evakuasi, koordinasi antartim, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga ketika menghadapi situasi darurat.
KSB TRENGGINAS Karangbendo Miliki 63 Relawan Aktif
Selain peningkatan kapasitas melalui workshop, Desa Karangbendo juga telah memiliki organisasi Kampung Siaga Bencana bernama KSB TRENGGINAS.
Organisasi tersebut dibentuk secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Karangbendo Nomor 59 Tahun 2026 tentang Pembentukan Pengurus Kampung Siaga Bencana Desa Karangbendo.
Ketua KSB TRENGGINAS Karangbendo, Dimas Susanto, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya saat ini memiliki 63 relawan aktif.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Karangbendo, khususnya Kepala Desa Muniri, dalam memfasilitasi pembentukan kepengurusan sebagai wadah koordinasi dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam struktur organisasinya, KSB TRENGGINAS memiliki unsur pembina dan pengarah serta lima seksi utama, yakni Tim Reaksi Cepat (TRC), Logistik, Dapur Umum, Shelter, serta Evakuasi dan Komunikasi.
Menurut Dimas, pembagian tugas tersebut penting agar setiap relawan memahami tanggung jawabnya dan dapat bekerja secara terarah ketika dibutuhkan.
Ia berharap keberadaan KSB TRENGGINAS tidak sebatas menjalankan kegiatan organisasi, tetapi mampu menjadi wadah pengabdian yang memberikan manfaat nyata melalui pelayanan kemanusiaan dan penanganan bencana.
Ketua LDII Lumajang Dorong Sinergi Penanggulangan Bencana
Lebih lanjut, Bambang Sarwo Edi berharap terbentuknya KSB TRENGGINAS dan terselenggaranya workshop dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah desa, Dinsos P3A, Tagana, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun melalui kerja sama dan pembagian peran yang jelas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terorganisasi.
Ia menilai masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap risiko bencana akan lebih siap mengambil langkah penyelamatan, membantu kelompok rentan, serta berpartisipasi dalam proses pemulihan pascabencana.
Bambang juga berharap para relawan terus meningkatkan kemampuan melalui pelatihan dan koordinasi secara berkala sehingga keberadaan KSB TRENGGINAS benar-benar menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, KSB TRENGGINAS Karangbendo diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana sekaligus mewujudkan masyarakat yang tangguh, tanggap, dan tangkas dalam menghadapi risiko bencana.