Festival Pasanggiri V Persinas ASAD Lumajang Diikuti 9 Ranting, Ketua LDII Dorong Pembinaan Atlet Berbakat
LUMAJANG – Persinas ASAD Kabupaten Lumajang menggelar Festival Pasanggiri V yang diikuti pesilat dari 9 ranting pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi hasil latihan, mempererat persaudaraan antarpesilat, sekaligus menjaring atlet berbakat untuk menghadapi kejuaraan pencak silat pada tingkat yang lebih luas.
Festival tersebut mempertandingkan berbagai kelompok usia, mulai dari peserta usia dini tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) hingga kelompok usia istimewa, yakni pesilat berusia 60 tahun ke atas. Keikutsertaan berbagai generasi tersebut menunjukkan semangat pelestarian pencak silat yang terus tumbuh di lingkungan Persinas ASAD.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPD LDII Kabupaten Lumajang, Bambang Sarwo Edi, S.Pd., M.M., CPLA, sebagai tamu undangan, serta Ketua Senkom Mitra Polri, Letda (Purn.) Jamin.
Festival Pasanggiri Jadi Tolok Ukur Hasil Latihan Setiap Ranting
Ketua Persinas ASAD, Andi Hertanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Festival Pasanggiri merupakan sarana evaluasi terhadap perkembangan latihan pencak silat yang telah dilaksanakan di masing-masing ranting.
Menurutnya, melalui festival tersebut, para pelatih dan pengurus dapat melihat sejauh mana kemampuan, penguasaan teknik, serta kesiapan pesilat setelah menjalani proses pembinaan secara rutin.
Andi menilai penampilan yang baik dan lancar dalam pertandingan dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan latihan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kegagalan meraih kemenangan tidak serta-merta menunjukkan bahwa proses pembinaan di suatu ranting berjalan kurang baik.
Ia menegaskan bahwa festival bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan juga menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk memperoleh pengalaman, mengukur kemampuan, dan meningkatkan kualitas latihan.
Selain itu, Andi mengaitkan pelaksanaan Pasanggiri dengan persiapan menghadapi kejuaraan pencak silat yang biasanya diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada akhir tahun. Melalui penampilan para peserta, pengurus dan pelatih diharapkan dapat mengidentifikasi pesilat yang berpotensi untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut.
Pada kesempatan tersebut, Andi juga memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Menariknya, festival ini turut memberikan perhatian kepada pesilat usia lanjut melalui penghargaan bagi peserta tertua. Apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berlatih sekaligus menunjukkan bahwa semangat berolahraga dan melestarikan pencak silat tidak dibatasi usia.
Perkuat Persaudaraan dan Lestarikan Budaya Pencak Silat
Sementara itu, Dewan Penasihat Persinas ASAD, HJ Sumarin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Festival Pasanggiri memiliki makna penting sebagai sarana evaluasi diri bagi seluruh pesilat.
Menurutnya, pertandingan yang digelar menjadi gambaran dari proses pembinaan dan latihan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di masing-masing ranting, baik yang berada di wilayah barat maupun timur Kabupaten Lumajang.
Ia menilai festival tersebut merupakan momentum bagi pesilat untuk menunjukkan hasil kerja keras dan kedisiplinan selama mengikuti latihan bersama para pelatih.
Namun, Sumarin mengingatkan bahwa prestasi bukanlah satu-satunya tujuan kegiatan. Festival Pasanggiri juga menjadi wadah untuk memperkuat persatuan, mempererat tali persaudaraan, dan membangun hubungan yang harmonis antarpesilat dari berbagai ranting.
Melalui pertemuan tersebut, para peserta dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan meskipun berasal dari lingkungan latihan yang berbeda.
Sumarin berharap festival ini mampu melahirkan pesilat berprestasi yang nantinya memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan lebih intensif.
Ia juga menjelaskan bahwa Festival Pasanggiri merupakan kompetisi yang diselenggarakan dalam lingkup internal Persinas ASAD Kabupaten Lumajang. Adapun bagi pesilat yang memiliki kemampuan dan prestasi unggul, kesempatan mengikuti kejuaraan terbuka tetap tersedia melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan IPSI.
Lebih lanjut, Sumarin menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Menurutnya, pembinaan pencak silat tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Ketua LDII Lumajang Dorong Pembinaan Atlet Secara Berkelanjutan
Ketua DPD LDII Kabupaten Lumajang, Bambang Sarwo Edi, turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Festival Pasanggiri V Persinas ASAD tersebut.
Bambang sependapat dengan pandangan pengurus dan dewan penasihat bahwa festival merupakan sarana penting untuk menemukan pesilat yang memiliki kemampuan dan potensi unggul.
Menurutnya, proses penjaringan atlet berbakat perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan agar kemampuan para pesilat dapat terus berkembang.
Ia menilai bahwa setelah kandidat atlet potensial berhasil diidentifikasi melalui festival, langkah berikutnya adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti latihan secara berkelanjutan.
Dengan pembinaan yang konsisten, para pesilat diharapkan mampu meningkatkan kualitas teknik, kesiapan mental, serta kemampuan bertanding sehingga dapat bersaing dalam berbagai kejuaraan pencak silat.
Melalui kegiatan ini, pencak silat tidak hanya menjadi sarana pengembangan prestasi olahraga, tetapi juga media pembentukan karakter, penguatan persaudaraan, serta pelestarian budaya bangsa yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi.