BeritaNasional

LDII Gelar Rapimnas 2026, Perkuat Konsolidasi dan Akselerasi Program Selaras Asta Cita

Jakarta – DPP LDII menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai langkah konsolidasi organisasi sekaligus persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas). Kegiatan tersebut juga menjadi ajang evaluasi program kerja guna meningkatkan akselerasi program agar selaras dengan visi pembangunan nasional Asta Cita.

Rapimnas dilaksanakan di kantor DPP LDII, Jakarta, pada Senin (16/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta secara langsung dan lebih dari 1.500 peserta lainnya secara daring melalui 375 studio yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dewan Penasehat DPP LDII, KH Edy Suparto menegaskan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, dan konsolidasi nasional sebagai pesan utama Rapimnas tahun ini.

“Konsolidasi nasional ini penting agar LDII semakin kompak dan memberi kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan LDII yang telah memasuki usia ke-54 tahun sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam membangun kontribusi bagi umat dan bangsa. Menurutnya, kerukunan harus diwujudkan dalam kehidupan organisasi, terutama melalui komunikasi yang baik antarwarga untuk menjaga soliditas organisasi.

“Wujud kerukunan dalam LDII itu nyata, terutama soal komunikasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Edy Suparto menekankan bahwa komunikasi harus dilakukan dengan etika dan kebijaksanaan dalam bertutur kata sebagai bagian dari pembinaan karakter. Ia mengingatkan pentingnya berbicara dengan santun dan memperhatikan tata krama dalam berinteraksi.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya nilai kejujuran dan amanah sebagai fondasi utama membangun kepercayaan, baik di lingkungan organisasi maupun masyarakat.

“Kedua, jujur amanah. Bisa dipercaya dan bisa mempercayai orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, Rapimnas bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan wadah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja di semua tingkatan kepengurusan. Ia berharap setiap pengurus mampu melakukan introspeksi dan perbaikan berkelanjutan demi kemajuan organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso menyampaikan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai momentum untuk memaksimalkan pengabdian di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini.

“Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” ujarnya.

Ia menilai bahwa melakukan yang terbaik bukan sekadar menyelesaikan program kerja, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan langkah organisasi memberikan dampak jangka panjang serta menjadi fondasi yang kuat bagi kepemimpinan berikutnya.

“Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.

KH Chriswanto Santoso juga menekankan pentingnya meninggalkan warisan positif berupa sistem organisasi yang tertata, budaya kerja yang solid, serta kesinambungan kepengurusan yang terjaga dengan baik.

Menurutnya, salah satu tantangan yang selama ini dihadapi adalah keberlanjutan kepengurusan yang sering terputus ketika terjadi pergantian pengurus di tingkat wilayah. Kondisi tersebut membuat proses adaptasi berjalan lambat karena kurangnya kesinambungan dari pengurus sebelumnya.

“Salah satu kelemahan kita selama ini adalah keberlanjutan kepengurusan seringkali terputus,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa proses regenerasi harus dipersiapkan sejak dini melalui pembinaan, pendampingan, dan transfer pengetahuan yang terstruktur agar kepengurusan berikutnya dapat berjalan lebih baik.

“Regenerasi harus kita perbaiki mulai saat ini supaya kepengurusan berikutnya tidak lagi meraba-raba,” katanya.

Melalui Rapimnas 2026 ini, seluruh jajaran DPP LDII diharapkan memiliki komitmen bersama untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan mulus, terencana, dan mampu memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (kim-hlp/rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *