BeritaNasional

LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik, menyambut baik kunjungan kepengurusan baru LDII pascamunas. Ia menilai LDII memiliki kekuatan tidak hanya dalam dakwah secara lisan, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami menerima kepengurusan LDII yang baru. Kami mengapresiasi konsep dakwah LDII, khususnya dakwah bil hal yang sangat kuat dan berdampak besar di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Akmal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang menjadi fokus nasional. Ia juga mengajak LDII untuk memulai proyek percontohan pengelolaan lahan, dengan pengembangan komoditas seperti jagung, sorgum, dan padi.

Menurutnya, kerja sama tidak harus selalu diawali dengan nota kesepahaman formal. “Yang terpenting adalah niat baik dan aksi. Banyak MoU hanya berhenti di atas kertas. Kita ingin langsung bergerak,” tegasnya.

Selain itu, Akmal mengungkapkan rencana pelatihan bagi generasi muda LDII melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), guna memperkuat kapasitas di bidang pertanian modern.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemendagri. Ia menilai pendekatan yang dilakukan Dirjen Polpum bersifat konstruktif dan membina.

“Program ketahanan pangan dan lingkungan merupakan bagian dari delapan program pengabdian LDII untuk bangsa, yang sejalan dengan program pemerintah,” ungkap Dody.

Ia menambahkan, berbagai program seperti urban farming, smart farming, dan zero waste yang telah diterapkan di sejumlah pesantren LDII akan terus dikembangkan. Program-program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemandirian pangan, tetapi juga membekali para santri dengan keterampilan hidup (life skill). (kim-hlp/rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *