Pilihan

Wanita LDII Lumajang 2026 Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua

Wanita LDII Lumajang 2026 Resmi Dilantik, Bu Ul: Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

LUMAJANG — Kepengurusan Wanita LDII Lumajang 2026 resmi dilantik oleh DPD LDII Kabupaten Lumajang pada Minggu, 20 September 2026, bertempat di Kantor Sekretariat DPD LDII Kabupaten Lumajang. Pelantikan ini merupakan bagian dari pelantikan empat organisasi sekaligus, dengan Wanita LDII sebagai organisasi otonom di bawah naungan LDII yang baru pertama kali dibentuk di Kabupaten Lumajang.

Melalui pelantikan tersebut, kepengurusan Wanita LDII resmi menerima Surat Keputusan (SK) untuk menjalankan tugas pada periode 2026–2031. Organisasi ini dipimpin oleh Hj. Rofi'ati Ullia, S.Pd.SD., M.Pd., yang akrab disapa Bu Ul.

Wanita LDII sebagai "Rumah" bagi Para Perempuan

Dalam sambutannya, Bu Ul menekankan peran strategis perempuan dalam keluarga sekaligus dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap Wanita LDII dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh perempuan untuk tumbuh dan berkontribusi.

"Wanita memiliki peran yang sangat penting bagi keluarga. Wanita LDII hadir sebagai rumah untuk semua perempuan. Karena itu, jangan sibuk dengan diri sendiri, tetapi jadilah perempuan yang kehadirannya diharapkan dan dirasakan manfaatnya," ujarnya.

Pelantikan Wanita LDII Lumajang 2026 di Kantor Sekretariat DPD LDII

Empat Pesan untuk Pengurus Wanita LDII Lumajang 2026

Bu Ul menyampaikan sejumlah pesan sebagai pegangan bagi kepengurusan periode 2026–2031, yaitu:

- Niatkan setiap langkah karena Allah — menjadikan ibadah sebagai landasan dalam berorganisasi
- Kuatkan kebersamaan — menjaga soliditas antarpengurus dan anggota
- Biasakan komunikasi yang baik — membangun koordinasi yang sehat dan terbuka
- Hadirkan manfaat yang nyata — jangan berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat

Dorong Kolaborasi dengan Organisasi Perempuan Lain

Bu Ul juga mendorong Wanita LDII untuk membuka ruang kolaborasi dengan organisasi perempuan dari ormas Islam lainnya, seperti 'Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat NU. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama, salah satunya dengan mengisi seminar maupun forum edukasi bagi masyarakat luas.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pengurus untuk bergerak dalam satu semangat yang sama.

"Dari perempuan yang baik, tumbuh keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat, lahir anak-anak yang berakhlak. Dan dari anak-anak itulah akan terbentuk masyarakat yang bermartabat," tuturnya.