LDII Tegaskan Nasionalisme sebagai Bagian Integral dari Ajaran Islam
Jakarta – DPP LDII menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan nasional melalui partisipasinya pada seminar nasional bertajuk “Piagam Madinah dalam Perspektif Sistem Ketatanegaraan di Indonesia” yang diselenggarakan DPP Partai Golkar, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh nasional, akademisi, pemikir kebangsaan, dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk membahas relevansi nilai-nilai Piagam Madinah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Dwi Pramono hadir mewakili Ketua Umum DPP LDII. Ia menegaskan bahwa Piagam Madinah merupakan teladan penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban di tengah keberagaman.
“Piagam Madinah bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan cermin nilai-nilai luhur dalam membangun tatanan masyarakat yang berkeadaban. Di dalamnya Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana keberagaman suku, agama, dan kepentingan dapat disatukan dalam satu kesepakatan bersama yang menjunjung tinggi keadilan, persatuan, dan tanggung jawab kolektif,” ujarnya.
Menurut Dwi, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang dibangun di atas kemajemukan. Ia menilai, Piagam Madinah memberikan inspirasi bahwa perbedaan bukan menjadi alasan perpecahan, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi dalam bingkai persatuan.
“Inilah semangat yang juga tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang menjadi fondasi kokoh dalam menjaga harmoni kehidupan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dwi Pramono menekankan bahwa LDII memandang nasionalisme sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran Islam. Menurutnya, menjaga persatuan dan berkontribusi bagi bangsa merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.
“Mencintai tanah air, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa adalah wujud nyata dari keimanan yang diwujudkan dalam kehidupan sosial,” katanya.
Ia juga menegaskan kembali komitmen LDII melalui prinsip “LDII untuk NKRI”. Menurutnya, LDII akan terus berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membangun peradaban bangsa yang harmonis, religius, dan berkeadilan.
“LDII menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta terus berperan aktif dalam memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI, dan membangun peradaban yang harmonis, religius, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Seminar nasional tersebut dibuka Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) KH Choirul Anam. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menggali nilai-nilai universal Piagam Madinah sebagai rujukan dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.
Selain DPP LDII, seminar juga menghadirkan sejumlah narasumber seperti Sekjen DPP Partai Golkar H.M. Sarmuji, cendekiawan Yudi Latif, Direktur Akademi Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari, serta Pengurus Lakpesdam PBNU Najih Ramadani.
Kegiatan berlangsung antusias dan diikuti akademisi, mahasiswa, tokoh agama, hingga praktisi politik. Diskusi yang berkembang menunjukkan tingginya perhatian berbagai elemen bangsa terhadap penguatan sistem ketatanegaraan Indonesia melalui nilai-nilai historis yang relevan dengan tantangan zaman. (kim-hlp/rda)